Ini tentang sepenggal kisah
Masih ku ingat dengan jelas. Suara penuh semangat diselah rintik hujan itu. Suara yang terdengar samar namun pasti. Suara yang terdengar lirih namun menentramkan. Apa kamu masih mengingat saat itu kawan?.
Saat kamu menghapus airmataku dengan canda tawamu. Saat kamu menghapus luka ku dengan jurus semangatmu. Saat kita selalu memadu kasih meski sebatas suara. Serta saat kita mencoba saling menyemangati meski hanya lewat sepatah kata.
Kita tahu, Allah masih belum memberi kesempatan kita untuk bertemu. Tetapi setiap langkahku, setiap kaki ini membawaku pergi aku selalu membayangkan kamu berada disisiku. Membawakanku payung saat petricorn mulai turun. Menjadi awan yang meneduhiku saat musim kemarau datang.
Andai Indonesia memiliki musim gugur, pasti aku telah membayangkan kamu menjatuhkan bunga-bunga yang sudah mulai rapuh itu sambil membisikkan "lihatlah bunga ini, menskipun bunga ini rapuh dan Berguguran setiap tahunnya, dia akan bersemi kembali menghadirkan bunga yang jauh lebih indah. Ya seperti Allah yang menghadirkan persahabatan kita yang indah ini"
Bianglala.. menjadi saksi keindahan kisah kita. Petricorn menjadi saksi ketentraman kisah kita. Semoga kisah kita akan menjadi benteng kekekalan persahabatan yang pernah ada. Meski kini mungkin kamu tidak perduli lagi dengan persahabatan kita. Percayalah, kisah kita ini akan terkenang rapi dalam memory kehidupan yang indah ini. Hujan telah membawa kisah kita ke surga. Kelak kita kan bertemu disana bersama Sang Kuasa yang menyatukan kita. Kamu mampu menjadi awan biru meskipun saat itu hujan turun membasahi bumi. You're the blue man in the rain







terima kasih sahabat.. tentang mimpi-mimpi yang selalu engkau bicarakan padaku kala itu.. juga caramu melihat dunia telah mewarnai perjalanan hidupku selama ini.
ReplyDelete:(
ReplyDelete