Saturday, 5 March 2016

Mereka Bilang Ini Cinta (Bagian 1)

source: gambarwallpaper.fondecrandhd.net

Bagiku cinta itu seperti lokomotif, dimana untuk menggerakkannya membutuhkan masinis yang bernama "debar". Ada yang bilang Cinta adalah reaksi biokimia yang terjadi karena adanya hormon oksitoksin, reaksi seperti pemrogaman otak agar merasa nyaman satu sama lain. Jika oksitoksin mencapai level tertentu, maka cinta bisa terjadi antara dua lawan jenis. Lantas, kapan aku akan mengalami masa itu?

***

Selamat pagi Livi, selamat pagi dunia~” Gumamku sambil membuka gorden jendela yang sudah mulai usang termakan waktu.

Ahh.. segarnya...” Sudah menjadi kebiasaanku setiap pagi buka jendela kamar, menghirup oksigen yang masih bercampur dengan bau embun pagi hari. Ini kebiasaan lama yang tidak pernah seharipun aku tinggalkan.

Namaku Livi. Yapp, orang tuaku hanya memberiku nama Livi. Setiap aku bertanya apa arti nama ini, papa selalu bilang,

Livi itu plesetan dari kata Love. Mamamu dulu mau memberi kamu nama Love, tetapi setelah difikir-fikir agak alay, maka diplesetin jadi Livi”

Ahh entahlah apa yang mereka fikirkan. Memberi nama anaknya dari hasil plesetan. Ini bukan arena bermain bukan? Padahal kalau mereka memberiku nama Love kan jadi enak. Maksudnya, meskipun aku jomblo alias single alias nggak punya pacar, setidaknya setiap hari ada yang memanggilku ”cinta”, hahaha.

Hari ini hari senin, hari dimana menjadi momok bagi sebagian murid yang masih duduk dibangku sekolah. Aku? Ya tentu saja aku malas melangkahkan kaki ini ke depan gerbang bangunan tingkat 5 itu. Tetapi hari ini ada mata kuliah yang harus aku ikuti. Mata kuliah dari dosen paling galak yang pernah ada.

Ma...Pa.. Livi berangkat.” Kataku setengah berteriak sambil menjinjing buku jimat alias buku catatan harian yang setiap hari harus aku bawa. Dan tak ada jawaban yang aku terima.

Astaga.. mama sama papa kan masih di Singapura. Baka!” Gumamku sambil berlalu meninggalkan rumah.

Jarak antara rumahku dan kampus lumayan jauh sekitar 40 menit jarak tempuh dengan berjalan kaki. Aku lebih menyukai berjalan kaki dibandingkan dengan memakai kendaraan umum maupun pribadi. Karena ada satu tempat yang setiap pagi harus aku kunjungi demi mendapatkan mood harian yang baik.

Tempat itu sebuah danau yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Setiap hari aku mampir dan setiap hari pula aku duduk di kursi taman yang sama. Seolah kursi itu sudah ditetapkan menjadi kursi milikku.

Ahh.. indahnya.. semoga tidak ada perusak pemandangan ya pagi ini” 

Asal kalian tahu, banyak sekali perusak pemandangan di danau ini. Mulai dari sampah yang mengambang hingga muda-mudi pacaran. Meskipun suasana masih terlalu pagi untuk berkencan.

Danau ini mempunyai banyak kenangan. Untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di area danau ini adalah saat aku masih duduk di kelas 2 SMP. Tepat setelah aku mengetahui cinta pertamaku pindah sekolah. Mungkin penunggu danau ini sudah bosan melihatku curhat, melamun, nangis, ketawa nggak jelas hingga tertidur di kursi sepanjang 1meter ini.

Tin..tin..” Suara klakson kendaraan membangunkan lamunanku. Kulirik ponselku “Astaga sudah jam segini, mampus!” Gumamku seraya bangkit dan buru-buru lari.

Eh, wanita danau, buku kamu jatuh” Teriak seorang lelaki sambil berlari mengejarku yangg sudah menjauh dari danau itu.

Hah? Apaan?” 

BU-KU-KA-MU-JA-TUH” 

Teriaknya lagi sambil ngos-ngosan sambil mendekat kearahku. 

“Nih, lain kali jangan suka molor di danau, kesambet baru tau rasa, bye wanita danau” Ucapnya sambil menyerahkan buku jimatku. Belum aku berucap terimakasih dia sudah berlari lagi menuju danau.

Dia tadi bilang apa? Wanita danau? Hah?” Gumamku sambil melihat punggungnya yang semakin menjauh itu. “Apalah itu, yang penting sekarang harus masuk kelas sebelum pak kumis itu keluar tanduknya” Lanjutku seraya mengeluarkan semua tenaga untuk berlari lagi.

Sering aku dimarahi mama hanya karena aku tidak mau dibelikan kendaraan pribadi dan lebih memilih berangkat ke kampus dengan jalan kaki dan lari. Mereka tidak memahami betapa nikmatnya jalan kaki ataupun lari. Mereka berfikir aku ini anak perempuan mereka yang paling aneh. Apapun itu, aku menikmati jalan hidup yang aku pilih ini.

Braaakkk...” Benturan keras akibat dari lari yang tidak konsen.

Arrgghhh... kakiku...."

Ternyata aku menabrak seorang lelaki terlalu keras hingga mengakibatkan kaki lelaki itu patah tulang. Meski jiwaku wanita, tetapi badanku lelaki, wah kereeen ya? Eh tunggu, ini bukan saatnya untuk mengagumi diri, Livi.

"Eh, so..sorry, kamu nggak papa?"

"Belagu lo ya, udah jelas teman gue kesakitan, udah jelas kakinya melintir gitu, lo masih nanya nggak papa?"

Dan lelaki berparas tinggi dekat lelaki yang kutabrak tadi mulai ngomel. Benar juga sih, mengapa aku mengajukan pertanyaan retoris?

"Sorry ya, sorry banget.. aku lagi buru-buru tadi, ini kartu namaku, tolong bawa temen kamu ini ke rumah sakit, nanti kabari ya? Mattane~"

"Eh, cewek gila, lo tanggung jawab dulu! woooyyyyyy!!!"

Tak kuhiraukan teriakan lelaki itu. Yang penting kan aku sudah ngasih kartu nama. Mana ada orang tidak bertanggungjawab bertindak seperti itu?

"Awas ya kalau ketemu tuh cewek lagi! eh lo nggak papa, Rafe?"

Brakk, buku mendarat dikepala Rosi.

"Lo udah tau masih nanya!"

"Eh, maaf-maaf.."

"Yaudah, sekarang anterin gue ke rumah sakit" Kata Rafe sambil mengambil secara paksa kartu nama Livi. "Livi, lo harus balas semua ini" Lanjutnya dalam hati.
***
Bagiku, pak kumis lebih menakutkan daripada kedua lelaki tadi. Mata kuliah beserta tugas seabrek ini lebih penting daripada kedua lelaki itu. Lagian salahnya sendiri jalan juga nggak lihat-lihat.
Aku berfikir bahwa lelaki yang kutabrak tadi hanyalah mahasiswa biasa sepertiku. Hingga pada akhirnya aku terperangkap kedalam lubang penyiksaan yang tak pernah kulupakan. Tak kan pernah!

Bersambung~~~~~
*Mattane = sampai jumpa

P.s : Hai guys, tunggu bagian/part II nya ya? Jangan lupa komennya ^_^ Xoxo~ 
This entry was posted in

0 comments:

Post a Comment

Silahkan post komentar teman-teman, dengan sangat senang hati jika teman-teman juga mau berbagi pengalaman dengan saya dan pembaca lainnya ^_^