Tut..turututt..tutttt...
"Halo, dengan Livi ada yang bisa dibantu?"
"Lo ke rumah sakit Mundoksama sekarang juga!"
Tuttuttut..
"HAH? Apa-apaan ini orang, main nyuruh main tutup. Gilaa!" Geramku sebal.
Oh iya baru ingat, mungkin dia lelaki yang aku tabrak di kampus tadi. Baiklah, semoga dia tidak seperti mantan yang datang saat ada butuhnya saja, menghancurkan usaha moveon yg telah terkumpul ini. Apa-apaan kamu Livi, mereka minta pertanggung jawaban kamu keleus, nggak ada hubungannya.
Banyak sekali pertanyaan dan pernyataan khayalan yang setiap hari memenuhi otak yang berkapasitas luar biasa ini. Bahasa kerennya sih "untung otakku buatan Tuhan, kalau buatan manusia pasti cuma bisa buffer doang, kayak Hp yang mau kehabisan kuota". Ngomong-ngomong itu peribahasa dari Galaxy Livi.
Akhirnya sampai juga ditempat yang penuh dengan bau obat ini. Aku benci rumah sakit. Aku benci bau obat. Aku benci dokter (tepatnya benci jarum suntik). Benda kecil yang bikin lari pontang-panting. Jadi teringat jaman sekolah dasar yang kabur nekat manjat gerbang depan sekolah hanya karena takut jarum suntik pas ada imunisasi, haha.
"Tadi si Lelaki yang nelfon ada di kamar mana ya?" Dasar lelaki, main suruh datang tapi nggak memberi tahu ruangannya. Kebiasaan kecil lelaki, masak iya harus di tanya detail biar peka? Kenapa aku jadi baper? Ah.. otak cukup dong!
"Lo Livi kan? Sini ikut gue"
"Eh.. i..iya"
Sial ini cowok bikin kaget aja. Ah bau obat, aku benci bau obat. Parah banget kah kondisi dia sampe dibawa kerumah sakit gede gini? Kenapa nggak dibawa ke tukang urut aja. Lagian kan paling cuma kesleo.
"Gue rosi, temen sekolahnya Rafe"
"Oh.... Eh wait, Rafe itu siapa?"
"Astaga, ada ya cewek se-nyebelin lo"
"Ya maaf, lagian kan aku tadi juga nggak nanya nama kamu~"
Doeng!!
"Pffftttt! Untung ya lo cewek, kalau cowok sudah gue habisin!"
Sadis banget cowok ini. Kakaknya bawang merah kali yak, hahaha. Livi cukup! ini situasi genting! Stop dulu berkhayalnya.
"Sekarang dia diruang VVIP. Lo harus tanggung jawab kalo lo nggak mau berurusan panjang sama Rafe."
"Oh.. yaya.. aku bakal tanggung jawab. Santai saja."
"Syukurlah, berdoa saja supaya nggak ada syarat dan ketentuan dari Rafe"
"Syarat dan ketentuan? Maksudnya?"
"Asal lo tahu ya, Rafe itu anak salah satu investor terbesar di kampus kita. Lo bisa kena masalah besar kalau Rafe nggak maafin lo"
"OOOOhhhh......."
"Cuma OH doang???" Mungkin dia sudah gemas sama tingkahku.
"Lha terus aku harus ngapain? Pasang muka matabelo sambil bilang wow kayak di anime-anime gitu?"
"Serah lo deh"
"Hm..."
"Cewek RESEK!" Ucapnya sambil menatap tajam ke arah mataku. Memangnya apa yang telah aku lakukan?
Sreeeeekkk..tek..tek..tek..
Eh buset, ruangan VVIP tapi suara pintunya kayak suara mas-mas jual tahu telur depan rumah, hahaha.
"Lo Livi? Gue Rafe..."
"Ya, aku sudah tahu nama kamu Rafe"
Rafe dan Rosi memasang wajah yang amat sangat kesal ke arahku dengan mata yang melotot. Mereka kenapa ya? Apa aku yang kenapa ya?
"Oh ya, Rafe, aku mau minta maaf masalah kemarin nabrak kamu sampai masuk rumah sakit seperti ini. Kemarin aku nggak sengaja. Lagian kamu juga jalannya nggak lihat-lihat~"
"Lo niat minta maaf nggak sih?"
"Yeee.. gitu aja baper. Iya..iya, maafin aku ya?" Sambil pasang muka seimut mungkin.
"Biasa aja mukanya, percuma lo nggak imut"
Dasar Rosi, merusak suasana saja. Ini salah satu jurus andalanku meminta maaf ke orang. Lagian, aku imut kalik, kata mama papa sih.
"Gue bakal maafin lo, tapi dengan 3 syarat"
"Syarat? Aku bukan jin yang bisa ngabulin permintaan, Rafe!" kesal
"Terserah, lo mau gue maafin dan status lo di kampus aman, atau lo nolak syarat dari gue dan status lo di kampus bakalan end~"
Sadis! Ah kenapa bawa-bawa masalah kampus. Bisa di pecat jadi anak kalau sampai aku di DO. Okelah nggak apa aku turutin permintaanya, lagian cuma 3 doang.
"Oke, deal. 3 permintaan aku setujui."
"Bagus! Gue mau lo bayar tagihan rumah sakit. Dan permintaan pertama gue, lo harus antar-jemput gue kuliah dan ngerjain semua tugas kuliah gue selama 3 bulan~"
"Whatt??????? itu mah sudah banyak permintaan bukan cuma satu doang!"
"Mau masih kuliah atau nggak??"
"o..oke..oke.. Asal kamu harus menjamin aku gabakal di DO"
"Deal.."
"Ros, antar gue pulang, administrasi biar diurus cewek dekil bin aneh ini"
"Bwahahahahahhahahahah... Ros, Kak Ros, hahahaha" Nggak sadar ketawaku lepas saat mendengar Rafe memanggil Rosi dengan sebutan ROS.
"Diam lo! Cewek aneh!"
"Siap Putri Ros, jaga baik-baik pangeran Rafe, bwuahahahaa"
"Resek lo!"
Dan mereka pun berlalu. Cobaan apalagi ini. Bayar tagihan rumah sakit mahal, jadi sopir plus pembantu 3 bulan, dan masih ada 2 permintaan lagi yang aku yakin lebih berat dari ini.
"Mbak, mau mengurus administrasi kamar Sakura 917"
"Ini mbak.."
"What??????? Sepuluh jutaaaa????????"
***
Bersambung~
P.s : Nantikan Mereka Bilang Ini Cinta bagian/part 3-nya ya guys, jika ada saran dan kritikan bisa dituliskan di komentar. Terimakasih, love you~ Xoxo~






0 comments:
Post a Comment
Silahkan post komentar teman-teman, dengan sangat senang hati jika teman-teman juga mau berbagi pengalaman dengan saya dan pembaca lainnya ^_^