Wednesday, 8 June 2016

Tradisi Desa: Ater-ater, Fase Pertama Anak Kecil Kaya!

Assalamualaikum, Hello hai kamu yang sering kesasar di postku~ >,< 

Apa kabar? masih kuat dong puasanya? Nggak nyangka ya lebaran kurang 27 hari lagi *gethok pala*. Tadi sahur sama apa? Kalau Hana sih sahur sama sambal goreng kentang, masakan Hana sendiri lho, wenaaaakkk ajib asik! *padahal ga ada yang nanya* -,-



Kali ini Hana mau menulis/mereview/berbagi tentang tradisi yang ada didesa Hana selama bulan Ramadhan. Kalian pasti tau dong tradisi itu apa, wkwk. Dan Hana yakin sebagian besar tradisi di desa-desa lainnya itu kurang lebih sama *ya meskipun ada yang beda sih*. Nah, sebelum Hana mau share nih, Hana mau tanya tentang tradisi yang ada di desa atau tempat teman-teman ya. Tulis di kolom komentar, sekalian berbagi pengetahuan tentang kebudayaan nggak ada salahnya kan??? :D 

***
Dialog dikit yak :p 

M : mak-mak
A : adik-adik
H : Hana
B : Ibu 

M : Assalamualaikum, yu... mbakyuuu... (terj. : Assalamualaikum, mbak.. mbak..)
B : Waalaikumsalam, oalah yu Sri tah, tak kiro sopo mbak. (terj. : oalah mbak Sri tah, aku kira siapa)
M : Masak opo yu? Iki ater-ater teko mbah sinam. (masak apa mbak? ini ada makanan dari nenek sinam)
B : Repot-repot ae yo, suwun lho yu, gusti Allah sing mbales. (repot-repot aja, makasih mbak, Allah yang membalas)
M : Podo-podo, wes aku tak nerusne ater-ater iki. Assalamualaikum (sama-sama, yasudah aku teruskan bagi makanannya)
B : Iyo yu, suwun lho, waalaikumsalam (iya mbak, makasih lho) 

Mamenit kemudian~

A : Budhee... kulo nuwun... budheeeeeeee (bibi, permisi, bibi)
B : Nduk, tolong nango ngarep, ibu ngoncek'i brambang (nak, tolong bukakan pintu, Ibu ngupas bawang)
H : Nggeh, buk (ya Buk) 
A : Mbak, ater-ater kanggo budhe teko ibuk (mbak, makanan buat budhe dari ibu) 
H : Hoo.. suwun ya dek (makasih dek)
A : Hu.um *masih berdiri didepan rumah* 
H : *masuk ke dapur, naruh makanan, ngintip adek tadi, ternyata masih di depan rumah* 
B : Ono opo mbak? (ada apa kak?)
H : Niku buk, adek e kok dereng wangsul nggeh, nopo bungkus e niki diganti terus diparingaken maleh? (itu buk, adeknya belum pulan, apa bungkus makanan ini harus dikasihkan lagi?)
B : Kek no adek'e *ngasih uang 2ribuan* (kasihkan adeknya)
H : *keluar, kasihkan uang, adeknya bilang makasih, terus adeknya pulang*

 >,< 

***

Ater-ater adalah tradisi semasa ramadhan di desaku. Ater-ater itu bahasa kerennya berbagi makanan. Berbaginya ke para saudara dan tetangga tetangga dekat. Nah, biasanya yang dapat bagian makanan tadi akan membagikan kembali makanan hasil masakan mereka ke yang membagikan, agak ribet ya bahasanya haha, intinya ada timbal balik gitu. Namun, ada juga yang tidak, tergantung dari masing-masing individu mau berbalas bagi makanan atau tidak. 

Tradisi ini adalah fase pertama anak kecil menjadi kaya, haha. Mengapa? Karena di desa Hana, kalau anak kecil yang mengantarkan makanan tersebut biasanya akan diberi uang saku. Dulu pas Hana masih kecil juga sering dapat uang saku dari tetangga-tetangga wkwk. 

Makanan yang dibagikan dikemas seperti makanan kotak pada umumnya. Tapi biasanya ada juga yang dibungkus pakai daun pisang. Beberapa orang juga membedakan makanan yang mau dibagi ke sanak saudara, biasanya dibungkusnya pakai rantang/panci dimana nanti rantang/panci dikembalikan lagi kepada kita. Ini nih contohnya, Hana ambil gambar di google wkwk




Itulah salah satu tradisi di tempat Hana selama bulan Ramdahan, kalau di tempat kalian apa? coret-coret di kolom komentar ya :D Terimakasih, xoxo~

Wassalamualaikum, 
This entry was posted in

0 comments:

Post a Comment

Silahkan post komentar teman-teman, dengan sangat senang hati jika teman-teman juga mau berbagi pengalaman dengan saya dan pembaca lainnya ^_^